Posted by : Akhmadghifari.blogspot.com Minggu, 16 Februari 2014

Saat ini di kalangan anak muda Indonesia sedang booming sebuah teknik foto yang dinamakan foto levitasi yang di populerkan oleh komunitas fotografi Levitasi Hore.

Apa itu foto levitasi? foto levitasi adalah teknik fotografi yang membuat seseorang/sesuatu memiliki kesan seolah-olah bisa melayang terbang tanpa menggunakan alat bantu
Nah bagaimana caranya agar seseorang atau sesuatu tersebut terlihat terbang? Secara umum levitasi dilakukan dengan cara melompat, tapi bukan melompat biasa. Berikut adalah 6 tips dasar teknik foto levitasi:
1. Foto Levitasi Berbeda Dengan Foto Jump Shot (Foto Lompat)
Meskipun hampir mirip dan menggunakan teknik yang hampir sama, foto levitasi jika dilakukan dengan benar akan sangat terasa berbeda dengan foto jump shot. Inti dari teknik foto levitasi adalah membuat seseorang terlihat senatural mungkin di udara, jadi seolah-olah orang tersebut melakukan kegiatan di udara yang biasanya dilakukan di darat.
Levitasi merupakan gabungan teknik foto dan konsep foto sehingga semakin kuat Konsep dari sebuah foto dan semakin kuat teknik foto maka semakin kuat juga efek Levitasinya. Konsep foto di sini merupakan perpaduan dari pose tubuh, ekspresi wajah, pakaian atau aksesoris yang dipakai dan Lingkungan Sekitar.
  • Pose Tubuh yang sedang jump shot biasanya bahu terangkat, dada membusung, kaki terlipat sempurna, tangan dan kaki bergerak bebas atau terlihat tidak natural, rambut yang berantakan.
  • Ekspresi wajah yang sedang jumps shot biasanya terlalu ceria, mulut terbuka lebar tanpa makna, terlihat ekspresi sedang usaha melompat (muka tertekuk misalnya).
  • Pakaian/aksesoris yang sedang jump shot biasanya berantakan, aksesorisnya juga seperti tas dan Kalung terlihat tidak natural.
  • Lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi apakah foto ini terlihat lompat atau terlihat terbang? Misalnya di dalam foto ada penampakan kursi atau apapun yg membuat logika kita berpikir orang ini sedang loncat dari atas kursi, maka efek levitasinya akan berkurang.
Untuk teknik foto sendiri sebenarnya sangat sederhana, secara umum hanya mengandalkan speed tinggi (minimal 1/250) dan pengambilan sudut secara low angle (memotret dari bawah) selain itu diperlukan juga cahaya yang cukup terang agar obyek foto tidak nge-blur. Karena sederhana teknik foto levitasi ini hampir dapat diterapkan pada semua jenis kamera termasuk kamera seluler dan kamera saku.


Filosofi foto levitasi adalah anti gravitasi, jadi seolah-olah orang tersebut bisa melayang tanpa usaha seperti Superman. Sehingga jika adegan di foto adalah orang terpental hal itu bukan merupakan levitasi karena dia terbang akibat di dorong (terpental) bukan karena memang bisa terbang karena bisa anti gravitasi.

2. Foto Levitasi Tidak Asal Lompat
Pada contoh foto di tips 1 terlihat pose badan sangat mempengaruhi apakah ini termasuk Levitasi atau termasuk Jump Shot, agar tidak terlihat Jump Shot pose lompatnya pun harus ditentukan dahulu sebelum lompat agar pas di udara tidak terlalu banyak bergerak sehingga membuat anggota tubuh jadi nge-blur. Jadi sebelum lompat kita membayangkan dahulu di foto levitasi tesebut mau ada adegan apa? nanti pose tubuhnya yang akan menyesuaikan.
Secara logika kaki yang terlihat terlalu menekuk atau terlihat pose kurang natural mengesankan orang itu sedang melompat sehingga diperlukan panduan bagaimana menekuk kaki yang benar agar terlihat levitasi.
3. Motretlah Dari Bawah (Low Angle)
Karena teknik foto levitasi umumnya dilakukan dengan cara melompat dan tidak semua orang bisa melompat tinggi, sebaiknya si fotografer memotret dari bawah (low angle) hal ini akan membuat si model tampak terbang tinggi dan juga membuat terlihat pisah dengan permukaan tanah sehingga efek levitasinya akan semakin terasa.
Berikut adalah perbedaan foto levitasi yang dipotret dari atas (high angle) dan dari bawah (low angle), terlihat kalau motretnya dari bawah model tampak terbang tinggi dan pisah dengan permukaan tanah sehingga efek levitasinya semakin terasa.



4. Motretlah Ketika Model Naik Ke Atas
Ada beberapa tahap ketika seseorang melompat, 1) Naik ke atas, 2) Berhenti sejenak di udara ketika titik puncak (hovering) dan 3) Turun ke bawah.
  • Tahap yang paling ideal untuk foto levitasi adalah ketika model naik ke atas, karena pada tahap ini rambut model cenderung rapi, baju pun juga masih terlihat rapi.
  • Ketika model di tahap hovering, rambut dan pakaian akan cenderung menggelembung akibat efek aksi reaksi gravitasi sehingga akan terlihat kurang natural.
  • Ketika model di tahap jatuh ke bawah maka rambut dan pakaian akan berantakan naik ke atas karena ketiup angin sehingga efek levitasinya kurang terasa.
Sebagai pelengkap, agar rambut dan pakaian tidak mudah berantakan, bisa dipakai penjepit kertas untuk menjepit rok atau baju dan menggunakan gel atau hairspray atau pakai topi agar rambut tidak mudah berantakan. 5. Foto Levitasi dengan Rekayasa Digital
Di komunitas Levitasi Hore, diperbolehkan menghasilkan foto levitasi dengan kamera apapun dan dengan cara apapun, salah satunya dengan cara rekayasa digital (Photoshop Trick). Di teknik ini, model berlevitasi tidak dengan melompat, tapi dengan menggunakan alat bantu seperti kursi, meja atau alas lain untuk menopang tubuh sambil berpose seolah-olah sedang levitasi kemudian di komputer alat bantu tersebut di hilangkan dengan software pengolah gambar seperti Photoshop. Karena itulah disebut Photoshoptrick.
Teknik ini sangat berguna untuk beberapa kondisi:
  • Model punya keterbatasan untuk melompat (berat badan berlebih atau sedang cidera kaki)
  • Konsep foto yang terlalu ekstrem sehingga sangat sulit dilakukan jika dengan melompat
  • Faktor keamanan kalau melompat (lantai licin, memakai gaun panjang atau memakai sepatu hak tinggi)
6. Berceritalah!Buatlah foto levitasi yang mempunyai cerita, jadi tidak hanya pose terbang biasa. Semakin bercerita fotonya maka akan semakin menarik fotonya. Pakai juga aksesori yang mendukung cerita tersebut. Contoh foto levitasi yang bercerita misalnya sedang merayu pasangan, sedang kejar-kejaran, sedang membuang sampah dan lain-lain.


Asiknya Levitasi itu bisa dilakukan di mana saja, seperti di WC, pasar, sekolah, rumah, kampus atau kantor. Cobalah levitasi di tempat-tempat itu dengan cerita yang menyesuaikan lokasi. Misalnya sedang belajar klo levitasinya di sekolah.
Selain di Jakarta, komunitas Levitasi Hore sudah tersebar di lebih dari 25 kota di Indonesia. Silahkan bergabung dengan komunitas Levitasi Hore! Follow akun Twitternya di @LevitasiHore dan kunjungi websitenya di LevitasiHore.net untuk melihat karya-karya foto levitasi dari anggotanya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

- Copyright © Akhmad Ghifari Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -